Wednesday, December 19, 2012

Jalan Cinta Para Pejuang

Di sana, ada cita dan tujuan

yang membuatmu menatap jauh ke depan

di kala malam begitu pekat

dan mata sebaiknya dipejam saja

cintamu masih lincah melesat

jauh melampaui ruang dan masa

kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu di sepertiga malam terakhir

engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu

melanjutkan mimpi indah yang belum selesai

dengan cita yang besar, tinggi, dan bening

dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja

dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali

dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang

menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,

menyeru pada iman

walau duri merantaskan kaki,

walau kerikil mencacah telapak

sampai engkau lelah, sampai engkau payah

sampai keringat dan darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum

di jalan cinta para pejuang

- Salim A. Fillah,
Jalan Cinta Para Pejuang (2008)


p/s: Medan amal bukan sekadar tulisan di status dan blog.
Turunlah ke medan sebenar, medan manusia. Barulah kamu akan memaknai jalan ini dengan hati.
Kita mahu mencetak rijjal, bukan mencetak tulisan sahaja.
Walk the talk.

*Cakap depan cermin

- via matahary