Monday, January 16, 2012

Segenggam tabah

Bismillah.

Seekor burung cemara terbang melintasi gurun sahara. Berputar-putar mengelilingi hidangannya di bawah terik mentari. Disitu terlihat seorang musafir tua sedang gigih berjalan dalam kepayahan melawan ribut pasir yang kecil. Sedang berjuang mencari seteguk air. Di dalam bayangan fatamorgana dunia…

Seorang musafir tua itu, pembawa risalah, penyampai berita, dan penyambung perjuangan. Gagah menongkah pasir jerlus, pokok kaktus, dan bukit bukau. Melalui jalan itu dengan penuh ketakwaan kepada Rabbul Jalil, Tuhan semesta alam.

Terasa amanat yang dipikul dibahu amat memberati pundaknya. Lantas terus terperunduk mencari secebis muhasabah. Agar amanat yang dibawa sentiasa dalam naungan rahmat Allah. Dalam mencari penyambung mata rantai perjuangan yang lain.

Lalu ia sampai di suatu pergunungan. Melihat keindahan rona senja, ketika matahari melabuhkan tirainya. Perjuangan itu tidak pernah selesai. Ia mengambil umur dan kehidupan. Adakah ia juga tidak mengenal erti rehat?

Mengharap senang dalam berjuang

Ketahui dulu tujuan hidup kita dalam dunia. Telah menjadi sunnatullah, hukum dunia, dan fitrah manusia. Beribadat dan dalam pada masa yang sama menjadi khalifah di atas muka bumi ini.

Tiada apa yang senang di atas muka bumi ini jika kita faham konsep tawakal. Hidup di dunia jika kita minta pada Allah buah, maka Allah berikan kita ‘galah’.

Kita perlu berusaha mencapai segala sesuatu yang diingini. Namun ingatlah, tak semua yang kita ingini akan tercapai. Peracangan Allah itu terbaik.

Jangan ragukannya.

Lalui hidup ini dengan segenggam tabah…

Dan jalan yang sabar…

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk; (Al-Baqara: 45)

dan-mintalah-pertolongan-dengan-sabar-dan-sholat

p/s: Kesibukan itu pantas memakan waktu, tanpa kita rasa waktu berlalu. Lantaran kesibukan itu, isilah dengan sesuatu yang membuatmu menemui cinta sejatimu.

n_n