Tuesday, March 5, 2013

Kebahagiaan yang dicari

Untuk sebuah pengibaratan sempurna tentang bahagia,

menyentuh lembut seirama detak nadi

mengayun merengkuh relung jiwa dalam hening.

Gemerinsing tawa menebar keping rindu

terurung tak tersampaikan ragu.

Untuk pengabaian rasa seasa cinta,

aku membilang satu demi satu nyali,

memungut yakin dari setiap sudut angan,

bergelut kalutnya prasangka.

Hingga letih pun tiada

bakal memaksaku tiarap mencampak harap,

mengisi kekosongan hati dan saku celanaku.

Bila bahagia itu mulai menyentuh

.

.

.

.

Ayuh jiwa ! lekaslah sembuh

agar getar dan cintaNya yang tak lagi kau rasa

kembali menggema

menunggu kau bangun menjadi konsortium mimpi yang menjulang

biar luka nurani yang menganga itu

Tuhan langsung  meniup mesra

dan bahagia...

Kerana sengsara itu..

.

.

.

.

Esok mentari berkunjung
Melelapkan malam yang hiba
Tunggu dan ucapkan syukur pada-Nya
Lanjutkan lembaran waktu itu hingga waktu lenyap dalam kepatuhan kepada Tuhan..


p/s: Aku sering lama menasihati. Lompongan-lompongan yang berbekas di hati dan jiwa tatkala ini. Sering membuatku hilang dan sesat. Garau dan pilu hati tatkala mengenangkan maksiat yang dilakukan. Entah terampun atau tidak, hati sering tertanya. Dan kebahagiaan yang dicari itu, kian menggelap kerana jiwa yang perlahan jernih, dilanda banjir lumpur.