Thursday, March 21, 2013

Hakikat si penglipur lara

Dari seseorang,

“.. tapi bahasa saya tak sehalus awak.”

“.. wah.. puitisnya..”

Dll.

.

Sahabatku,

Puisi itu bukanlah kolaj kata-kata yang boleh ditampal atau disusun.

Tetapi adalah yang terlahir dari seluruhnya

ikhlas - si hati.

Maka,

halus atau kasar bahasa itu

bukanlah aras yang menentukan sama ada puisi itu indah atau sebaliknya.

Bahkan yang sebenarnya adalah ‘isi’

puisi kita.

.

Lalu sayangku,

usah khuatir jika bahasamu tak sehalus yang lain.

Biarlah mungkin tampak kasar dalam retoriknya

tapi halus bagi yang benar tahu,

hakikat ‘kehalusan’ puisi - cinta Allah.

.

Biidznillah, segala sesuatu yang di dalamnya punya cinta Allah, akan ternampak indah bagi hati-hati - yang juga lagi sedang mencari.

 

”..dan bila isi hatimu begitu penuh dengan cinta-Nya, masakan tiada terlimpah pada setiap gerak kerja.”

Senyum.

 

.


p/s: Kerana aku terlalu ingin mencari cinta Allah pada setiap tulisan. Dan ketika dalam pencarian itulah aku dipertemukan —  Cinta Allah yang telah menuliskan untuk kita berjodoh sebelum jasad ditiupkan roh. Dan ternyata, cinta ini juga telah menemukan semula roh kita.