Monday, October 3, 2011

hurmmmmm

Aku tak pasti mana hilangnya mutiara itu. Yang dulu menjadi peneman rindu di kala hujan turun. Aku tercari-cari mana perginya sinar mentari di pagi hari. Saat dunia hilang lagi bicara. Memutuskan untuk membisu.

Aku terjelepuk di pentas dunia. Tercari-cari dan menanti. Agar hilangnya berganti sang bidadari. Namun saat yang ku nanti, hanyalah wujud dalam mimpi. Mimpi yang tak pasti.

Aku mengorak langkah perlahan-lahan. Mengubah ritma dan alunan lagu hidupku. Agar ia sebaris dengan kata hati. Walau bunyinya tak semerdu dulu. Biarkan sahaja alunannya menjadi pendendang halwa telingaku.

Akan tibakah saat yang dinanti? Kenapa aku harus lagi menanti? Kendatipun, masa itu akan terus berlalu. Hanyut bersama kenangan kita. Dalam sungai kehidupan yang deras menguji kita.

Lumrah norma dunia, bertemu dan berpisah. Jauh dilubuk hati yang kelam, aku harap engkau akan hadir membawa cahaya. Walau hanya semilau lilin di atas ubun batu hitam. Agar ia menerangi lubuk hatiku yang sendu kebasahan.

frkeng

~ p/s: Your friendship is not written by chalk to erase or write again… It is written with the ink of love on the wall of my heart… thinking of you my friend..